Mau Mendengarkan Koleksi Sandiwara Radio Saur Sepuh Satria Madangkara Secara Gratis, Langsung Saja Ramai-Ramai Mendengarkannya Sekarang

 

Mereka yang tumbuh dan besar di era tahun 80’an tentu saja akan mengenal sandiwara radio Saur Sepuh, dimana ini adalah serial sandiwara radio yang paling populer di tahun 80 sampai 90. Semenjak kemunculannya di radio-radio serial sandiwara radio Saur Sepuh selalu dinanti kehadirannya oleh para pecintanya. Mereka menunggu-nunggu setiap hari di depan radio kesayangan mereka, sandiwara radio Saur Sepuh ini diputar serentak di stasiun radio di seluruh Indoneisa.



Baca Juga:

Bagi Anda yang ingin kembali mendengarkan serial sandiwara radio Saur Sepuh, bisa menelusuri koleksi sandiwara radio yang kami sajikan secara gratis ini. Semoga episode-episode Saur Sepuh ini bisa membawa Anda ke dalam kenangan masa lalu yang membahagiakan, dimana tentu saja banyak kejadian indah yang juga turut terjadi ketika sedang mendengarkan serial sandiwara radio Saur Sepuh kesayangan tersebut.

 

 

 

Laksmini Tokoh Antaginis Baru Dalam Saur Sepuh

Di dalam serial sandiwara radio Saur Sepuh episode Satria Madangkara, diperkenalkan tokoh baru yang bernama Laksmini. Laksmini adalah Antagonis utama, antagonis adalah karakter yang melawan karakter utama atau protagonis. Antagonis sering merupakan seorang penjahat atau hal lainnya yang merupakan konflik dengan protagonis. Antagonis biasanya jahat dan tidak baik serta sering membuat nilai-nilai negatif.

Pada seri-seri sebelumnya tokoh antagonis dalam serial sandiwara radio Saur Sepuh diisi oleh tokoh laki-laki, diantaranya adalah Gardika yang menguasai ilmu serat jiwa. Dimana Gardika ini jugalah yang hampir membuat Brama tewas dengan ajian serat jiwa yang di pelajarinya dari pendekar asal Pajajaran yang bernama Jaka Lumayung.

Semenjak episode Darah Biru hingga Singgahsana, Gardika selalu mendominasi sebagai tokoh antagonis. Namun pada episode Satria Madangkara ini tokoh antagonis di isi oleh tokoh wanita yang bernama Laksmini.

Laksmini , ia adalah tokoh antagonis dari Pamotan. Lakmini adalah kekasih dari Tumenggung Bayan yang merupakan abdi Bhre Wirabhumi ketika memberontak pada prabu Wikrama Wardhana di Majapahit. Tumenggung Bayan tewas ditangan Brama yang menyaru menjadi Satria Madangkara karena Tumenggung Bayan telah membunuh Tumenggung Adiguna utusan Brama kepada Pamotan.

Laksmini  kemudian bersama Jamali sahabat akrabnya, mencari Brama untuk menuntut balas. Namun ketika bertemu, ia malah jatuh hati pada Brama. Karena cintanya ditolak oleh Brama, Laksmini  akhirnya melampiaskan kekesalannya dengan Mantili, Gotawa dan Harnum. Ketiganya berhasil dirobohkannya dengan Aji Sirep Megananda.

Syahdan setelah ia ditundukkan oleh Brama dalam sebuah adu kesaktian yang mengembalikan Mantili, Gotawa dan Harnum, kelak Laksmini  kembali membuat keributan di Madangkara. Disini ia berhasil ditundukkan oleh Mantili dan diusir keluar dari Madangkara. Jamali sendiri kemudian mengabdi di Madangkara sebagai seorang tumenggung. Ia pernah menemani Brama melawat ke salah satu desa yang terkena endemi penyakit berbahaya. Jamalipun pernah menjadi saksi hidup kekalahan Panglima Ringkin dan Senopati Indra Kumala yang menguasai ajian serat jiwa dan tapak saketi dari Kijara dan Lugina yang menguasai ilmu Waringin Sungsang.

Jauh berselang waktu kemudian, diceritakan pula bahwa Laksmini  menemukan sosok Brama pada diri raden Bentar. Ia kemudian mendekati Bentar yang usianya sebenarnya jauh dibawah Laksmini . Dengan berbagai pendekatannya, Laksmini  berhasil memikat Bentar. Keduanya sempat terlibat skandal asmara. Hanya sayangnya, kisah cinta ini justru mendapat pertentangan langsung dari Mantili. Di matanya Laksmini  benar-benar seorang wanita penggoda. Ia tak rela Bentar dipermainkan cintanya. Mantili, di mata Laksmini  adalah perempuan yang sok kuasa dan terlalu jauh berprasangka tentang cintanya kepada Bentar, lelaki muda yang sungguh kini merenggut hatinya.

 

 

Singkat cerita, Laksmini  yang cintanya terlunta-lunta akhirnya jatuh di pelukan hartawan tua, Juragan Basra. Disangkanya kebahagiaan akan dapat diraihnya dengan bermodalkan harta. Tapi harapannya sia-sia. Hidup bersama tanpa cinta ternyata tak memberi kebahagiaan yang dicarinya. Mereka berselisih dan bertengkar. Pertengkaran memuncak ketika Laksmini  hendak pergi, ikut boyong rakyat Pajajaran ke Galuh. Bagi Juragan Basra, ini bukan kepergian biasa… Laksmini  pasti hanya cari alasan untuk meninggalkannya.

Marah, tak rela ditinggal tetapi juga tak bisa menahan kepergian, Juragan Basra pun gelap mata. Ia menyuruh anak buahnya membinasakan Laksmini … lebih baik ditinggal mati sekalian daripada ditinggalkan pergi ke entah tujuan. Anak buah Juragan Basra tak mampu menandingi ilmu silat Laksmini . Tapi mereka bukan orang bodoh dan pula bukan pendekar yang mengandalkan ilmu kesaktian saja. Dengan licik mereka menyerang menggunakan serbuk beracun. Laksmini  roboh… dan lelaki-lelaki berandal itu pun akhirnya secara beramai-ramai memperkosanya, sebelum kemudian membunuhnya dengan jalan melempar kejurang.

Dalam hitungan detik tubuhnya menyentuh dasar jurang, datanglah seorang nenek tua yang menolong Laksmini  yang tak berdaya. Nenek Lawu, pendekar sakti mandraguna menolongnya, bahkan kemudian menggemblengnya dengan ilmu-ilmu yang luar biasa. Jurus yang langka dan digjaya, melempar kembang anggrek jingga sebagai senjata rahasia. Berbekal ilmu sakti, Laksmini  mengamuk menuntut balas pada lelaki-lelaki yang menginjak-injak harga dirinya.

Setelah kematian gurunya, Laksmini  turun gunung… kemunculannya untuk menuntut balas menggegerkan Pajajaran.

Lakmini adalah salah satu tokoh central dalam serial sandiwara radio Saur Sepuh, karena karakternya banyak pendengar yang tidak suka dengan laksmini namun tak sedikit juga yang menyukai Laksmini. Karena memang tidak dapat dipungkiri dengan kehadiran Laksmini serial sandiwara radio Saur Sepuh menjadi semakin menarik.

Kehadiran Laksmini memberikan nuansa yang berbeda dari episode-episode Saur Sepuh sebelumnya, kisah petualangan Laksmini masih panjang. Episode Kesatria Madangkara ini hanya menghantarkan Laksmini ke pendengar, selanjutnya pendengar akan disuguhkan kisah yang tak pernah dapat dilupakan terkait dengan petualangan Laksimi dalam serial sandiwara radio Saur Sepuh ini.

Meski demikian Gardika tetaplah musuh bebuyutan dan terberat Brama, seperti sama-sama diketahui Brama sendiri hampir mati oleh Gardika yang pada waktu itu telah sempurna menguasai ajian serat jiwa, dimana kemudian Brama berhasil diselamatkan dan kemudian menemukan ajian Srigunting yang dapat mengalahkan Gardika.

Kisah sandiwara radio Saur Sepuh ini, meski disajikan dalam kurun waktu yang panjang namun tidak membosankan. Karena dikemas dengan sangat apik dan selalu menyuguhkan petualangan-petualangan baru yang mampu membawa imajinasi para pendengarnya asyik menikmati alur cerita.