Bagi Anda yang merasakan era tahun 80an, tentunya sudah tak asing lagi dengan serial sandiwar aradio Saur Sepuh. Dimana sandiwara radio yang satu ini adalah sebuah legenda yang tak lekang oleh zaman, sandiwara radio yang fenomenal ini digarap oleh penulis novel dan komik sejarah kenamaan yaitu Niki Kosasih.

Diawali dengan episode Darah Biru sandiwara radio ini sudah berhasil memikat pendengar radio pada waktu itu, melihat antusiame masyrakat terhadap sandiwara radio saur sepuh kemudian lahirlah episode-episode berikutnya.



Baca Juga:

Simak episode Darah Biru selengkapnya di sini

Berikut ini adalah episode sandiwara radio saur sepuh yang diproduksi dan ditayangkan diradio-radio hingga akhir 90.

  1. Darah Biru
  2. Perjalanan Berdarah
  3. Singgasana Berdarah
  4. Langit Membara Di Bumi Jamparing
  5. Darah dan Air Mata Tertumpah di Bubat
  6. Sastrawan Dari Jamparing
  7. Sengketa Tanah Leluhur
  8. Satria Madangkara
  9. Darah Putra Sanggam
  10. Pesanggrahan Keramat
  11. Telaga Rena Maha Wijaya
  12. Kembang Gunung Lawu
  13. Mutiara Dari Timur
  14. Air Mata Di Madangkara
  15. Perawan Bukit Lejar
  16. Perguruan Anggrek Jingga
  17. Titisan Darah Biru
  18. Istana Atap Langit
  19. Diatas Langit Ada Langit
  20. Sepasang Walet Putih

 

Saur Sepuh Juga Merambah Ke Layar Lebar

Setelah empat tahun penayangan akhirnya serial sandiwara fenomenal ini disajikan dalam bentuk film layar lebar dengan judul “Saur Sepuh: Satria Madangkara pada tahun 1987”.

Produksi film Saur Sepuh ini terus berlanjut dengan sekuel kedua dan ketiga pada tahun 1988. Hingga akhirnya, film dari drama radio ini diakhiri dalam sekuel kelima dengan judul “Saur Sepuh V: Istana Atap Langit”.

 

Dari Radio Tayang di Televisi

Selain tayang dalam versi layar lebar, sandiwara radio Saur Sepuh yang melegenda ini juga kemudian tayang dalam produksi sinetron di televisi.

Bertajuk Saur Sepuh The Series, serial sandiwara ini tayang di TV sebagai sinetron silat. Dibintangi antara lain oleh Samuel Zwylgyn, Cut Meyriska, Meriam Bellina, dan Adjie Pangestu.

Episode Singgasana Berdarah dipilih sebagai jalan cerita dalam sinetron Saur Sepuh, hal tersbeut dikarenakan alur kisah pada Singgasana Berdarah dinilai bisa menjadi pembuka kisah karena mengisahkan tentang kerajaan-kerajaan yang bersekutu untuk mengusir kerajaan adi kuasa yang haus akan kekuasaan, Kerajaan Kuntala.

Saur Sepuh The Series dibuka dengan takluknya Kerajaan Kuntala oleh kekuatan enam kerajaan yang tergabung dalam pasukan yang dipimpin oleh Brahma. Berbeda dengan versi film layar lebarnya, Saur Sepuh The Series tampil lebih segar dengan pemain mudah dan juga efek yang lebih modern.

 

Versi sandiwara Radio Asli Masih Tetap Diminati

Meski sudah tayang dalam versi layar lebar dan sinetron TV, versi sandiwara radionya tetap diminati oleh pendengar. Dikarenakan ada unsur nostalgia, dimana ketika kembali mendengarkan serial sandiwara radio Saur Sepuh versi radio ada kenangan yang hadir dari era tahun 80an.

Banyak kenangan manis yang teringat ketika kali memutar ulang versi asli sandiwara radio Saur Sepuh, nah bagi Anda yang ingin mendengarkan versi asli sandiwara radio Saur Sepuh bisa mendapatkannya di sini!

 

Pemeran Pengisi Suara Sandiwara Radio Saur Sepuh

  • Brama Kumbara (suara diisi oleh Ferry Fadli): Raja Madangkara, kakak dari gusti putri Dewi Mantili, Beristrikan Dewi Harnum, Pramitha. Murid dari Ki Astagina. Brama Kumbara memiliki ajian gelang-gelang, Serat Jiwa, Ajian Waringin sungsang, Ilmu Ciptadewa. Brama Kumbara Diperankan oleh Fendi pradana.
  • Mantili (suara diisi oleh Elly Ermawati): Adik dari Brama Kumbara, mempunyai pedang setan dan pedang perak. Pedang setan akan mengeluarkan asap beracun sementara pedang perak mampu membutakan mata. Mantili mempunyai musuh bebuyutan yaitu Lasmini, wanita sundal yang mengumbar cinta dimana-mana.
  • Dewi Harnum : (suara diisi oleh Ade Julia)Istri pertama Brama Kumbara
  • Paramita (suara diisi oleh Maria Oentoe) : Istri kedua Brama Kumbara
  • Raden Samba (suara diisi oleh Edy Dhosa)
  • Lasmini (suara diisi oleh Ivonne Rose): Perempuan penggoda, yang menebar cinta dimana-mana. Mempunyai Ilmu Cipta Dewa yang mampu mengalahkan Mantili dalam duel berdua. Lasmini menyimpan dendam membara pada Brama Kumbara karena cintaya yang tidak terbalaskan. Diperankan oleh Murti Sari Dewi.
  • Bongkeng (suara diisi oleh Bahar Mario)
  • Merit (suara diisi Mario Kulon)
  • Patih Gotawa (suara diisi oleh Petrus C.Urspon): Suami Mantili
  • Raden Bentar (suara diisi oleh Petrus C.Urspon): Putra Senopati Sadeng dan Dewi Pramitha sekaligus anak tiri dari Brama Kumbara. Raden
  • Bentar merupakan generasi kedua Saur sepuh setelah Brama Kumbara dan Mantili bertapa disuatu tempat.
  • Garnis Waningyun (suara diisi oleh Anna Sambayon pernah juga Novia Kolopaking): Kakak kandung Raden Bentar. Kelak ia bahu membahu dengan raden Bentar untuk mempertahankan Madangkara dari gerogotan orang-orang Kuntala.
  • Raden Wanapati : Putra Mahkota Madangkara yang menggantikan Brama Kumbara. Dibawah kendali Wanapati, Madangkara banyak bergejolak, ketidak puasaan akan kepemimpinan kaum muda yang emosional di tentang oleh kaum-kaum tua yang telah berjasa pada Madangkara.
  • Raden Paksi Jaladara (suara diisi oleh Bambang Jeger) : Putra dari Mantili dan Patih Gotawa
  • Dewi Anjani (suara diisi oleh Novia Kolopaking) : Anak Lasmini. Mempunyai wajah yang amat mirip dengan Lasmini. Raden Bentar yang cinta mati dengan Lasmini (tapi ditentang Mantili) akhirnya tertarik juga dengan Dewi Anjani. Dalam menjalin Cinta Raden Bentar – Dewi Anjani, ada pihak ketiga yaitu sekar kedaton Madangkara Dewi Rara Amiati.