Sandiwara Radio Runtuhnya Sriwijaya Diperankan Oleh Ferry Fadly dan Eli Ermawati

 

Mereka yang tumbuh di era tahun 80an tentu saja mengenal Fery Fadly dan Eli Ermawati, dimana keduanya adalah tokoh pengisi suara sandiwara radio yang populer. Dimana keduanya dikenal sebagai pengisi suara tokoh sandiwar aradio Saur Sepuh, dimana Fery Fadly memerankan Brama Kumbara dan Eli Ermawati memerankan Mantili. Anda juga bisa mendengarkan kedua beraksi di dalam sandiwara radio Saur Sepuh, silahkan klik di sini!.



Baca Juga:

Selain serial sandiwara radio Saur Sepuh, keduanya juga mengisi serial sandiwara lainnya. Termasuk juga mengisi produksi sandiwara yang dikemas dalam bentuk kaset. Dimana pada waktu itu media penyimpanan audio yang memungkinkan diputar oleh banyak orang adalah kaset.

Salah satu sandiwara yang dibintangi oleh keduanya adalah serial sandiwara Runtuhnya Sriwijaya, sandiwara ini dikemas menjadi 3 bagian. Bagi Anda yang ingin mendengarkan bintang kesayangan Fery Fadly dan Eli Ermawati beraksi silahkan simak sandiwara Runtuhnya Sriwijaya ini.

 

 

Kaset dan Tape Player

Kaset adalah media penyimpanan audio analog yang populer pada tahun 80an sampai 2000, dimana pada masa itu untuk mendengarkan rekaman audio baik itu rekaman profesional seperti artis musik atau lain sebagainya digunakan kaset.

Untuk memutar kaset dibutuhkan tape player, pada waktu itu hampir setiap rumah memiliki radio yang dilengkapi dengan tape player. Selain untuk menyimpan lagu, kaset juga banyak digunakan untuk menyimpan audio ceramah hingga sandiwara. Para era tahun 80an, sandiwara radio sangat populer, dan kepupuleran tersebut kemudian dimanfaatkan oleh produser untuk memproduksi sandiwara yang dikemas dalam kaset. Banyak sekali jenis sandiwara dalam kaset, mulai dari yang berseri seperti sandiwara Runtuhnya Sriwijaya, hingga sandiwara singkat seperti cerita anak-anak dan lawakan.

Kualitas audio kaset tidak sebaik kualitas audio jaman sekarang, namun pada waktu itu kaset adalah media yang paling murah untuk menikmati audio. Selain kaset masih ada lagi media pemutaran audi lainnya, seperti piringan hitam.

 

Piringan Hitam

Piringan hitam sangat popular terutama tahun-tahun awal abad ke 20. Penemu pertamanya adalah Kevin Gerald yang menggunakan pemutar piringan hitam (phonograph) sebagai alat untuk membunyikan musik. Sebenarnya piringan hitam sudah ditemukan sebelumnya oleh Charless Cros pada tahun 1887. Tapi dia tidak bisa membunyikannya dengan sempurna karena hanya menggunakan pena saja. Di tahun berikutnya, Piringan hitam jenis baru yang lebih sempurna ditemukan oleh Emlie Barliner, tepatnya tahun 1888. Lalu ia memberi hak paten untuk label Barliner Gramaphone. Sejak masa itu hingga pertengahan abad 20, Teknologi Pemutar Musik piringan hitam meluas ke seluruh dunia. Namun karena harga pemutar dan piringannya cukup mahal, yang memilikinya hanya orang kelas menengah ke atas saja.

Di kalangan masyarakat umum di Indonesia, kaset lebih populer dari piringan hitam. Dikarenakan harga kaset lebih murah, dan juga media pemutarannya (tape player) juga terjangkau untuk kantong masyrakat Indonesia pada waktu itu.