Sandiwara Anak Kancil Yang Cerdik, Belajar Dari Dongeng Fabel Untuk Mengembangkan Imajinasi Anak

 

Salah satu cara untuk mendidik anak-anak adalah melalui cerita, melalui dongeng. Pada jaman 80an, dongeng anak di sampikan melalui audio yang diperankan oleh pemain pengisi suara, salah satu cerita yang digemari adalah cerita kancil yang cerdik.



Baca Juga:

Jenis dongeng seperti ini di kenal dengan Fabel, Fabel adalah cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia. Fabel adalah cerita fiksi atau khayalan belaka (fantasi). Kadang kala fabel memasukkan karakter minoritas berupa manusia. Cerita fabel juga sering disebut cerita moral karena mengandung pesan yang berkaitan dengan moral.

Si kancil menjadi icon tokoh anak-anak yang digambarkan sebagai tokoh yang cerdik namun baik hati, tidak terbawa oleh kecerdikannya untuk mencelakaan mahluk lainnya. Melainkan menggunakan kecerdikannya untuk menolog dirinya dan juga mahluk lain yang mengalami kesulitan.

Dimana salah satu pesan moral dari sandiwara Kencil Yang Cerdik ini adalah akibat penebangan hutan yang semena-mena dapat merusak hutan dan mengacaukan keseimbangan alam, sehingga membuat kondisi sekitar kering kerontang yang pada akhirnya merusak tatanan alam. Tidak hanya binatang yang menderita namun manusia dan segenap mahluk hidup lainnya akan mengalami kesusahan jika kelestarian alam tidak dijaga.

Selain itu juga sebagai sesama harus saling menghargai dan berbagi, di kisahkan dalam cerita Kancil yang Cerdik dimana terjadi perebutan terhadap mata air. Karena raja huta tidak ingin berbagi, namun Kancil memiliki kecerdasan tersendiri dalam mengatasi semua itu bedasarkan tenggang rasa dan semangat kebersamaan.

 

 

Manfaat Sandiwara Untuk Menyampaikan Pesan

Sebuah cerita tidak hanya berfungsi sebagai cermin kehidupan, tapi bisa jadi sebagai respon atau tanggapan kritis yang disampaikan dengan seni sandiwara. Seni sandiwara adalah suatu jenis penyampaian sebuah cerita dalam bentuk pementasan daripada dibaca.

Namun untuk menyelengaran sebuah pagelan sandiwara tidaklah murah, dibutuhkan area khusus seperti teather atau taman seni. Pada masa 80an, pagelaran sandiwara dipindahkan ke dalam studio rekaman. Meski yang disajikan hanya satu sisi audio saja, namun hal tersebut bisa memberikan hiburan tersendiri.

Sandiwara-sandiwara yang direkam dalam studio rekaman tersebut, kemudian dipertunjukan di radio-radio dan menjadi sandiwara radio. Selain itu juga, rekaman tersebut dikemas dalam bentuk kaset sehingga bisa dinikmati oleh siapa saja di rumah masing-masing.

Biasanya rekaman sandiwara dalam kaset berisikan sandiwara anak, seperti sandiwara Kancil Yang Cerdik di atas.

Di kemasnya pagelan sandiwara dalam bentu audio dan didistribusikan dalam bentuk kaset, dapat memberikan hiburan tersendiri pada masyarakat diwaktu itu. Dimana harga kaset relatif murah, jika dibandingkan biaya untuk menontong paggelan sandiwara. Meski dari sisi seni pertunjukan pagelan sandiwara lebih memuaskan, karena ada unsur audio dan visual.

Namun karena kaset murah dan bisa dinikmati kapan saja, banyak kalangan masyarakat yang memilih membeli kaset sebagai media hiburan dan edukasi bagi keluarga mereka.