Mereka yang merasakan era tahun 80 dan 90, tentunya mengenal serial sandiwara saur sepuh. Dimana memang pada tahun tersebut adalah merupakan tahun kejayaan sandiwara radio. Banyak sandiwara radio yang diproduksi, dengan kisah yang beragam. Namun serial sandiwar aradio saur sepuh adalah legendanya, dimana serial sandiwara ini adalah merupakan pionner di dalam industry sandiwara radio.

Sandiwara radio saur sepuh mampu memukau pendengar radio pada saat itu, mereka yang masih kecil mengidolakan Brama kumbara. Dan berimajinasi ingin menjadi seperti Brama yang memiliki kesaktian dan tunggangan burung rajawali raksasa.



Baca Juga:

Ingin Bernostalgia Mendengarkan Sandiwara Radio Saur Sepuh, Download Serial Saur Sepuhnya Disini

Sandiwara radio Saur Sepuh yang ditulis oleh Niki Kosasih ini diproduksi pada tahun 1984 dan disiarkan di berbagai radio di seluruh Indonesia. Dengan pemain utama Brama Kumbara, cerita ini makin menarik dengan drama perebutan kerajaan. Tidak hanya itu saja, intrik keluarga dan permainan asmara yang mampu mencuri perhatian pendengar sehingga selalu dinanti-nanti setiap episodenya.

Bagi mereka yang rindu akan sosok Brama, dan rindu akan kisah sandiwara legenda ini. Bisa mengenangkan kembali kisah kejayaan sandiwara radio saur sepuh. Silahkan dengarkan dan download serial sandiwaranya di sini, gratis!.

 

Mari Kembali Ke Dalam Lorong Waktu, Berpetualang Pada Era Pendekar Mengadu Ilmu dan Menegakan Kebajikan

Sandiwara ini menyuguhkan tokoh-tokoh yang membuat imajinasi berloncatan liar,  selain tokoh utama Brama Kumbara terdapat sederet tokoh-tokoh yang menjadi idola para pendengarnya, seperti Mantili, Raden Samba, Patih Gotawa, Kakek Astagina, Jaka Lumayung, Raden Bentar dan masih banyak lagi lainnya.

Hadir pula tokoh-tokoh antagonis yang tak kalah populer seperti Lasmini, Kijara, Lugina, Gardika yang dibenci dan sekaligus juga dicintai oleh para pengemar sandiwara saur sepuh.

Selain berimajinasi tentang para tokoh rimba persilatan tersebut, imajinasi juga saling melejitkan ilmu-ilmu atau ajian kedigdayaan yang dimiliki oleh masing-masing tokoh tersebut. Diantaranya adalah ilmu kedigdayaan yang sangat populer saat itu adalah ajian Serat Jiwa, Bayu Bajra, Waringin Sungsang, Gelora Dewata, Sirep Megananda, Srigunting dan ilmu-ilmu kedigdayaan lainnya.

Sandiwara saur sepuh begitu lekat dengan ingatan mereka yang pernah mendengarkannya pada era tahun 80 dan 90, sekarang ditahun 2018 ini kembali ingatan bisa disegarkan dengan kembali mendengarkan serial sandiwara radio yang melegenda ini.

Selamat mendengarkan!

 

Tokoh dan Para Pengisi Suara Utama

  • Brama Kumbara (suara diisi oleh Ferry Fadli): Raja Madangkara, kakak dari gusti putri Dewi Mantili, Beristrikan Dewi Harnum, Pramitha. Murid dari Ki Astagina. Brama Kumbara memiliki ajian gelang-gelang, Serat Jiwa, Ajian Waringin sungsang, Ilmu Ciptadewa. Brama Kumbara Diperankan oleh Fendi pradana.
  • Mantili (suara diisi oleh Elly Ermawati): Adik dari Brama Kumbara, mempunyai pedang setan dan pedang perak. Pedang setan akan mengeluarkan asap beracun sementara pedang perak mampu membutakan mata. Mantili mempunyai musuh bebuyutan yaitu Lasmini, wanita sundal yang mengumbar cinta dimana-mana.
  • Dewi Harnum : (suara diisi oleh Ade Julia)Istri pertama Brama Kumbara
  • Paramita (suara diisi oleh Maria Oentoe) : Istri kedua Brama Kumbara
  • Raden Samba (suara diisi oleh Edy Dhosa)
  • Lasmini (suara diisi oleh Ivonne Rose): Perempuan penggoda, yang menebar cinta dimana-mana. Mempunyai Ilmu Cipta Dewa yang mampu mengalahkan Mantili dalam duel berdua. Lasmini menyimpan dendam membara pada Brama Kumbara karena cintaya yang tidak terbalaskan. Diperankan oleh Murti Sari Dewi.
  • Bongkeng (suara diisi oleh Bahar Mario)
  • Merit (suara diisi Mario Kulon)
  • Patih Gotawa (suara diisi oleh Petrus C.Urspon): Suami Mantili
  • Raden Bentar (suara diisi oleh Petrus C.Urspon): Putra Senopati Sadeng dan Dewi Pramitha sekaligus anak tiri dari Brama Kumbara. Raden
  • Bentar merupakan generasi kedua Saur sepuh setelah Brama Kumbara dan Mantili bertapa disuatu tempat.
  • Garnis Waningyun (suara diisi oleh Anna Sambayon pernah juga Novia Kolopaking): Kakak kandung Raden Bentar. Kelak ia bahu membahu dengan raden Bentar untuk mempertahankan Madangkara dari gerogotan orang-orang Kuntala.
  • Raden Wanapati : Putra Mahkota Madangkara yang menggantikan Brama Kumbara. Dibawah kendali Wanapati, Madangkara banyak bergejolak, ketidak puasaan akan kepemimpinan kaum muda yang emosional di tentang oleh kaum-kaum tua yang telah berjasa pada Madangkara.
  • Raden Paksi Jaladara (suara diisi oleh Bambang Jeger) : Putra dari Mantili dan Patih Gotawa
  • Dewi Anjani (suara diisi oleh Novia Kolopaking) : Anak Lasmini. Mempunyai wajah yang amat mirip dengan Lasmini. Raden Bentar yang cinta mati dengan Lasmini (tapi ditentang Mantili) akhirnya tertarik juga dengan Dewi Anjani. Dalam menjalin Cinta Raden Bentar – Dewi Anjani, ada pihak ketiga yaitu sekar kedaton Madangkara Dewi Rara Amiati.

 

Uji Coba Yang Cukup Lama Sebelum Akhirnya Menggarap Versi Sandiwara Radio Komersial

Persiapannya sandiwara radio saur sepuh tidaklah main-main, selama satu tahun dibuat produk sandiwara radio untuk uji coba. Setelah dirasa cukup mapan dari sisi cerita dan penyajian baru kemudian dibuat sandiwara radio yang siap mengudara dengan tujuan komersil. Karena memang pada waktu itu belum ada sandiwara radio sejenis, karenanya Niki harus melakukan uji coba yang cukup lama untuk menemukan format penyajian cerita mengingat cara penyajiannya berbeda antara bentuk cerita dalam tulisan atau komik dengan cerita dalam bentuk sandiwara radio.

Semula judul yang dibuat Niki adalah “PAMALI” atau tabu, namun karena dirasa kurang menjual dan tidak memiliki nilai estetika kesenian, maka Niki Kosasi merubahnya menjadi Saur Sepuh. Istilah “Saur Sepuh” memiliki arti petuan atau cerita. Atau, Cerita Yang Memiliki Petuah. Atau, Petuah Dalam Cerita.

 

Konsep Awal Bukanlah Tentang Brama dan Madangkara

Konsep awal yang digarap oleh Niki bukanlah tentang Brama Kumbara dan kerajaan Madangkara, semula Niki Kosasih membuat 3 cerita yaitu “NATAKUSUMAH”, “BENDE PUSAKA”, dan “BARA DI BUMI ANGKARA” yang ceritanya saling terpisah satu sama lainnya. ketiga kisah itu disiarkan hanya di radio Prambors Jakarta. baru kemudian beliau mengaitkan ceritanya dengan sejarah ditanah Sunda.

Kemudian Kalbe Farma melalui PT. Haravana Madya Bhakti sebuah biro iklan pimpinan Adam Hanipah meminta Niki untuk membuat versi sandiwara radio secara berseri yang akan ditayangkan pada radio-radio di seluruh Jakarta.

Kelahiran Saur Sepuh Episode Darah Biru

Maka kemudian lahirlah kemudian Darah Biru, awal mula munculnya tokoh utama cerita dari Saur Sepuh BRAMA KUMBARA. Tak ada yang menduga jika kemudian ternyata, kisah Saur Sepuh tersebut meledak dan begitu diganduring oleh pendengar radio. Kisahnya kemudian dilanjutkan dengan serial-serial yang tetap berlatar belakang sejarah dengan tokok sentral Brama Kumbara dan Kerjaan Madangkara.  Seiring dengan kesuksesan Saur Sepuh, kemudian sandiwara radio Saur Sepuh tersebut kemudian tidak hanya disiarkan di Jakarta melainkan keseluruh Indonesia.

Saur Sepuh adalah satu-satunya sandiwara radio yang mencapai kesuksesan, dan menumbuhkan tren baru dalam penyiaran radio dan dunia periklanan. Dimana kemudian tumbuh subur sandiwara-sandiwara radio lainnya dengan cerita dan genre yang beragam, namun meski demikian tidak ada satupun sandiwara radio tersebut yang bisa menyamai kesuksesan Saur Sepuh. Banyak perusahaan parmasi dan perusahaan besar lainnya mengandenga penulis kenamaan pada masa itu untuk menggarap serial sandiwara radio guna mempromosikan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.

Nah, bagi Anda yang ingin bernostalgia mendengarkan kembali sandiwara radio Saur Sepuh, bisa mendapatkannya di sini!.