Bagi para pencinta sandiwara saur sepuh, berikut ini adalah sejarah awal terbentuknya sandiwara radio saur sepuh yang tidak banyak diketahui oleh orang. Saur sepuh adalah sandiwara radio yang populer dan menjadi legenda, dimana lahirnya saur sepuh turut melahirkan trend baru di dalam dunia radio dan perikalan waktu itu.

Tahukan Anda sebenarnya niatan  diproduksinya Saur Sepuh adalah untuk mempromosikan produk obat sebuah perusahaan farmasi. Niki Kosasih yang memang sudah dikenal sebagai penulis yang melahirkan cerita-cerita silat, budaya dan sejarah itu dipercaya untuk menggarap kisah saur sepuh. Kemudian terjalinlah kerjasama antara Niki Kosasih dengan perusahaan farmasi Kalbe Farma, sebagai penyandang dana dan kemudian lahirlah serial sandiwara radio SAUR SEPUH.

Butuh Jasa Pembuatan Website Berpengalaman? Simple C Sudah Sejak 2007 Memberikan Layanan Pembuatan Website. Harga Terjangkau, Mulai Dari 299 Ribu [Info Lengkap]

 

Uji Coba Yang Cukup Lama Sebelum Akhirnya Menggarap Versi Sandiwara Radio Komersial

Persiapannya sandiwara radio saur sepuh tidaklah main-main, selama satu tahun dibuat produk sandiwara radio untuk uji coba. Setelah dirasa cukup mapan dari sisi cerita dan penyajian baru kemudian dibuat sandiwara radio yang siap mengudara dengan tujuan komersil. Karena memang pada waktu itu belum ada sandiwara radio sejenis, karenanya Niki harus melakukan uji coba yang cukup lama untuk menemukan format penyajian cerita mengingat cara penyajiannya berbeda antara bentuk cerita dalam tulisan atau komik dengan cerita dalam bentuk sandiwara radio.

Semula judul yang dibuat Niki adalah “PAMALI” atau tabu, namun karena dirasa kurang menjual dan tidak memiliki nilai estetika kesenian, maka Niki Kosasi merubahnya menjadi Saur Sepuh. Istilah “Saur Sepuh” memiliki arti petuan atau cerita. Atau, Cerita Yang Memiliki Petuah. Atau, Petuah Dalam Cerita.

 

Konsep Awal Bukanlah Tentang Brama dan Madangkara

Konsep awal yang digarap oleh Niki bukanlah tentang Brama Kumbara dan kerajaan Madangkara, semula Niki Kosasih membuat 3 cerita yaitu “NATAKUSUMAH”, “BENDE PUSAKA”, dan “BARA DI BUMI ANGKARA” yang ceritanya saling terpisah satu sama lainnya. ketiga kisah itu disiarkan hanya di radio Prambors Jakarta. baru kemudian beliau mengaitkan ceritanya dengan sejarah ditanah Sunda.

Kemudian Kalbe Farma melalui PT. Haravana Madya Bhakti sebuah biro iklan pimpinan Adam Hanipah meminta Niki untuk membuat versi sandiwara radio secara berseri yang akan ditayangkan pada radio-radio di seluruh Jakarta.

Kelahiran Saur Sepuh Episode Darah Biru

Maka kemudian lahirlah kemudian Darah Biru, awal mula munculnya tokoh utama cerita dari Saur Sepuh BRAMA KUMBARA. Tak ada yang menduga jika kemudian ternyata, kisah Saur Sepuh tersebut meledak dan begitu diganduring oleh pendengar radio. Kisahnya kemudian dilanjutkan dengan serial-serial yang tetap berlatar belakang sejarah dengan tokok sentral Brama Kumbara dan Kerjaan Madangkara.  Seiring dengan kesuksesan Saur Sepuh, kemudian sandiwara radio Saur Sepuh tersebut kemudian tidak hanya disiarkan di Jakarta melainkan keseluruh Indonesia.

Saur Sepuh adalah satu-satunya sandiwara radio yang mencapai kesuksesan, dan menumbuhkan tren baru dalam penyiaran radio dan dunia periklanan. Dimana kemudian tumbuh subur sandiwara-sandiwara radio lainnya dengan cerita dan genre yang beragam, namun meski demikian tidak ada satupun sandiwara radio tersebut yang bisa menyamai kesuksesan Saur Sepuh. Banyak perusahaan parmasi dan perusahaan besar lainnya mengandenga penulis kenamaan pada masa itu untuk menggarap serial sandiwara radio guna mempromosikan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.

Nah, bagi Anda yang ingin bernostalgia mendengarkan kembali sandiwara radio Saur Sepuh, bisa mendapatkannya di sini!.

Katagori