Panganan ini amatlah digemari masyarakat terutama untuk sarapan pagi atau untuk snack yang sering digunakan pada acara seperti arisan, kumpul keluarga dan sebagainya.

Apalagi ketika di bulan Ramadhan, panganan yang satu ini laris manis. Banyak penjual dadakan ketika bulan Ramadhan lantaran banyak yang membelinya untuk menu berbuka puasa alias ta’jil.

Butuh Jasa Pembuatan Website Berpengalaman? Simple C Sudah Sejak 2007 Memberikan Layanan Pembuatan Website. Harga Terjangkau, Mulai Dari 299 Ribu [Info Lengkap]

Ya, lontong memang telah menjadi salah satu makanan yang dikenal dan digemari masyarakat nusantara. Nah, ternyata membuat lontong pun tak terlalu sulit alias mudah.

Meskipun dibuat dari beras dan sering digunakan sebagai makanan alternatif pengganti nasi, namun lontong memiliki aroma yang khas lantaran lontong dimasak dengan cara dibungkus menggunakan daun pisang.

Bahan yang diperlukan:

  • Beras
  • Daun pandan
  • Air untuk merebus
  • Daun pisang untuk membungkus
  • Garam secukupnya agar lontong memiliki rasa

Cara membuatnya:

  • Rebus terlebih dahulu beras yang telah dicuci bersih bersama daun pandan.
  • Rebus hingga air menyusut, lalu angkat
  • Tunggu hingga panasnya agak hilang
  • Bungkus menggunakan daun pisang
  • Rebus hingga matang

Resep ini merupakan lontong tanpa isi. Biasanya dimakan bersama sayur santan sehingga dinamakan lontong sayur atau bisa dimakan bersama sate ayam.

Lontong bisa divariasakan dengan cara diberi isi di tengah-tengahnya seperti halnya ketika kita membuat combro. Isi lontong biasanya adalah tumis oncom atau tumis wortel dan kentang.

Caranya pun mudah yakni ketika beras sudah direbus setengah matang, lalu masukkan tumisan oncom atau tumis wortel dan kentang di tengah-tengahnya saat membungkus.

Makanan yang juga berbahan dasar beras dan dimasak dengan cara dibungkus dengan daun adalah bakcang atau bacang. Bedanya kalau lontong dibungkus dengan daun pisang, maka bakcang atau bacang dibungkus dengan daun bambu. Bacang juga bisa dibuat dari beras ketan.

Bakcang juga telah dikenal luas di masyarakat. Kita bisa menemukannya di pasar tradisional yang menjual aneka cemilan atau kue pasar. Bacang yang berbentuk dengan 4 sudut itu ternyata memiliki makna filosofis di baliknya.

Sudut pertama yang artinya Sudut pertama berarti zhi zu yakni merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Bisa juga berarti bahwa orang tak boleh memiliki sifat serakah.

Sudut kedua ialah gan en atau bersyukur. Sedangkan sudut ketiga berarti shan jie atau pikiran positif yang bermakna bahwa orang harus menilai sesamanya dari sisi baik.

Sudut ke empat adalah bao rong artinya merangkul. Dimaksudkan agar manusia mampu mengembangkan cinta kasih kepada sesama. Wah… dalam sekali ya maknanya:

 

Katagori